KEPALA BNN KOTA TARAKAN MEMBERIKAN SOSIALISASI DALAM KOMSOS TNI

Tarakan - Bertempat di Aula Kelurahan Kelurahan Balik Lantamal XIII menggelar Komunikasi Sosial dengan TNI (19/1/2017). Kegiatan dengan tema “Melalui Komsos TNI Kita Jalin Silaturahmi antara TNI dengan Aparat Pemerintah, Komponen Masyarakat Dalam Rangka Menghadapi Ancaman Proxy War Diwilayah NKRI”. Adapun peserta yang hadir dari FKPD, para Camat Se – Kota Tarakan, Para Lurah se Kota Tarakan, Mahasiswa, Tomas, Toga, dan Tokoh Adat Kota Tarakan. Materi dalam komsos ini tentang proxy war, Bahaya Narkoba, dan Undang-undang pertanahan.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tarakan Dr. Hj. Agus Surya Dewi, M.Pd menjadi narasumber pada kegiatan komsos TNI yang dilaksanakan Lantamal XIII. Dalam kesempatan ini kepala BNN Kota Tarakan menyampaikan enam intruksi presiden. “Pak Presiden telah mengeluarkan intruksi. Ada enam intruksi yaitu salah satunya seluruh aparat dan lembaga lainnya, serta seluruh masyarakat harus bersinergi bersama untuk sama-sama memerangi narkoba. Inilah salah satu bentuk sinergi yang telah dilakukan oleh TNI. Lantamal XIII sudah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi melawan narkoba”. Jelasnya.

Penjara bukan tempat pemecahan masalah bagi para korban penyalahguna narkoba. “BNN juga gencarnya untuk mengajak para korban penyalahguna narkoba lapor diri ke BNN sebelum aparat lain yang bergerak. Dan penjara bukan tempat para pengguna untuk pulih yang ada malah menjadi sakti.  Karena tidak menutup kemungkinan di dalam lapas juga ada peredaran.”tambahnya.

Selain itu disaat seluruh elemen gencar perang melawan narkoba tetapi masih banyak narkotika jenis baru yang masuk ke Indonesia salah satunya tembakau gorilla. “Tembakau gorilla ini merupakan tembakau yang sama dampaknya seperti ganja yaitu halusinogen. Dan ini belum masuk dalam lampiran UU Narkotika tetapi kandungan dalam zatnya sudah tergolong dalam narkotika.” Ucapnya.

“Saya ingatkan lagi kepada seluruhnya untuk bersama-sama bersinergi melawan narkoba. Dan kita juga perlu menjaga diri, dan keluarga kita. Karena semua itu berasal dari dalam diri dan lingkungan keluarga. Jika ada keluarga, kerabat, teman ataupun tetangga yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba segera diberikan pemahaman supaya mereka mau untuk direhabilitasi sebelum terlambat”. Tutupnya.