SMP NEGERI 4 TARAKAN

RAPAT KOMITE SEKOLAH DAN SOSIALISASI BAHAYA NARKOBA

Tarakan – Penyalahgunaan narkoba yang kian meningkat di kalangan remaja khususnya pelajar sudah sangat mengkhawatirkan. Tidak sedikit di antara mereka menjadi korbannya. Untuk itu, pencegahan mulai sejak dini harus dilakukan.

 

Hal itu tegas dikatakan oleh Kepala SMP Negeri 4 Tarakan Muhammad Ahyar, S.Pd dalam kegiatan rapat komite SMP Negeri 4 di halaman SMP Negeri 4 Tarakan, Jumat dan Sabtu (14-15/10). Seluruh orang tua murid siswa-siswi SMP Negeri 4 Tarakan hadir dalam rapat kumite sekaligus pembagian rapor ujian tengah semester yg telah selesai dilaksanakan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi hal-hal yang dianggap perlu dibahas dalam kumite sekolah selain itu juga mengevaluasi capain hasil belajar siswa didik SMP Negeri 4 Tarakan. “Kegiatan ini kita laksanakan untuk membahas hal-hal yang dianggap perlu dalam kumite sekolah dan evaluasi hasil belajar siswa didik SMP Negeri 4 Tarakan”, ucapnya.

 

Kegiatan rapat kumite ini di buka dengan sebuah tarian yang dipersembahkan oleh siswi ekstrakulikuler tari SMP Negeri 4 dan dilanjutkan dengan sosialisasi tentang bahaya narkoba. “Sebelum rapat kita dari sekolah memberikan sosialisasi tentang bahaya narkoba kepada orang tua murid agar orang tua juga paham dan mampu mengenal ciri-ciri anak yang menggunakan narkoba dan tahu cara apa yang harus dilakukan jika anak atau keluarga ada yang terindikasikan sebagai pengguna narkoba”.

 

Hadir juga Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan Dr. Hj. Agus Surya Dewi, M.Pd sebagai narasumber kegiatan rapat kumite yang dilaksanakan oleh SMP Negeri 4 Tarakan. “Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah karena sudah menyelenggarakan sosialisasi tentang bahaya narkoba. Momen seperti ini yang diharapkan oleh BNN Kota Tarakan karena pihak sekolah peduli terhadap permasalahan narkoba di SMP Negeri 4 secara khusus dan  Kota Tarakan secara umum”, ucapnya.

 

Permasalahan narkoba merupakan masalah yang dapat menyerang siapa saja dan Indonesia Darurat Narkoba. Di Indonesia hampir setiap hari 50 orang meninggal dunia sia-sia akibat narkoba. “Zaman sekarang narkoba bisa menyentuh siapa saja tanpa terkecuali baik itu pelajar, aparat, bahkan pejabat pun bisa terkena permasalahan narkoba bila di dalam dirinya tidak ada benteng yang kuat. dan menurut penelitian hampir 50 orang mati sia-sia karena narkoba”, tambah Dewi.

 

Di akhir materi yang disampaikan, Kepala BNN Kota Tarakan mengatakan “peran orang tua dibutuhkan dalam membentengi anak dan keluarga dari permasalahan narkkoba selain itu mengajak orang tua wali untuk melaporkan kepada BNN jika terdapat keluarga ataupun sanak saudara yang diindikasikan sebagai pengguna narkoba agar segera di rehabilitasi dan BNN selalu siap jika di undang untuk mengisi sosialisasi di kelompok pengajian atau pun arisan demi mewujudkan Tarakan BERSINAR (Bersih Lingkungan Dari Penyalahgunaan Narkoba)”, tutupnya.