rehabilitasi gratis gif FIX 4

Wednesday,28-06-2017

Proteksi Diri dan Keluarga dari Penyalahgunaan Narkoba, Jika Sudah Terlanjur Lapor ke Kantor BNN Terdekat untuk di Rehabilitasi, Gratiss..!!

26 Juni ditetapkan sebagai Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang diperingati oleh seluruh negara di dunia. Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional ini merupakan bentuk keprihatinan bangsa-bangsa di dunia terhadap permasalahan narkotika yang belum dapat diselesaikan dan hanya dapat ditahan, sehingga sangat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai lembaga pemerintah yang fokus menangani permasalahan narkotika, dengan mengususng tema “Let’s Develop Our Lives, Our Communities, Our Identities Without Drugs”, Mari Tingkatkan Kualitas Hidup Kita, Masyarakat Kita, Jati Diri Kita, Sehat Tanpa Narkoba, pada tanggal 26 Juni 2015 yang juga bertepatan dengan bulan Ramdhan tersebut, BNN Kota Tarakan melaksanakan apel Peringatan HANI 2015 di halaman kantor BNN Kota Tarakan Jl Kesuma Bangsa RT 13. Apel peringatan HANI berlangsung hikmat diikuti oleh personil BNN Kota Tarakan dengan seragam putih merahnya. Pada pelaksanaan apel tersebut, Kasi Pemberantasan BNN Kota Tarakan, Kompol P. Simanjuntak selaku pembina apel membacakan sambutan Kepala BNN Republik Indonesia, Komjen Pol Anang Iskandar.

Melalui sambutan tersebut kepala BNN RI menyampaikan bahwa permasalahan narkotika di dunia terus meningkat disetiap tahunnya dan di Indonesia sendiri sudah masuk dalam fase darurat. Hal tersebut didasarkan pada data yang menunjukan bahwa saat ini penyalah guna narkotika mencapai lebih dari 4 juta jiwa, bukan hanya kalangan dewasa namun juga remaja bahkan anak anak, bukan hanya dari kalangan yang tidak berpendidikan tapi juga telah meracuni masyarakat berpendidikan tinggi. Kasus kejahatan narkotika hampir setiap hari berhasil diungkap oleh aparat penegak hukum dengan barang bukti yang cukup besar. Barang bukti narkotika yang sangat besar tersebut dapat meracuni jutaan warga negara sekaligus dapat menjadi senjata pemusnah massal yang akan menghancurkan bangsa Indonesia di masa yang akan datang.

Menurutnya, Kondisi permasalahan narkotika yang berada dalam fase darurat ini sangat membutuhkan penanganan secara cepat dan tepat. Permasalahan narkotika tidak akan dapat diselesaikan oleh pemerintah semata, melainkan harus melibatkan seluruh elemen bangsa tanpa terkecuali. Terdapat tiga poin penting dalam sambutan tersebut yaitu terkait dengan upaya penanganan permasalahan narkotika.

1.  Penanganan terhadap penyalahgunaan narkotika, yaitu dengan cara pemulihan atau rehabilitasi. Jumlah penyalahguna narkotika di Indonesia belum diimbangin dengan ketersediaan fasilitas rehabilitasi yang saat ini hanya mampu memberikan layanan kepada 18 ribu orang. Keterbatasan layanan rehabilitasi ketergantungan narkotika ini menuntut semua pihak, baik kalangan pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk turut berpartisipasi menyediakan layanan rehabilitasi ketergantungan narkotika. Selain itu keterlibatan masyarakat dalam  mendorong para penyalah guna dan pecandu narkotika agar bersedia lapor diri secara sukarela kepada Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) juga sangatlah penting.

2. Penanganan terhadap penjahat narkotika hanya bisa dihentikan dengan memberikan hukuman yang setimpal termasuk memberikan hukuman mati  pada penjahat narkotika. Selain itu perlu juga dilakukan perampasan aset material dan finansial mereka yang selama ini menjadi penopang dan penggerak utama kejahatan narkotika. Godaan narkotika sangat berat maka di harapkan para penegak hukum yang menangani permasalahan narkotika harus mempunyai iman yang kuat agar tidak mudah tergoda.

3. Pencegahan  harus terus diupayakan karena pencegahan merupakan upaya yang sangat penting dan utama demi keselamatan seluruh warga negara dari pengaruh buruk narkotika. Faktor dan aktor utama dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika adalah keluarga. Keluarga yang harmonis, penuh kedamaian, ketentraman, dan kasih sayang serta mampu menanamkan tata nilai bahwa narkotika membahayakan kesehatan apabila dikonsumsi secara ilegal, merupakan benteng paling kokoh dalam mencegah terjadinya tindakan-tindakan yang membahayakan. 

BNN menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh pihak yang sudah turut serta mensukseskan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berupaya dalam menangani permasalahan narkotika di negeri ini dan meningkatkan kebersamaan dalam perjuangan menyelamatkan dan melindungi bangsa indonesia dari anacaman kejahatan narkotika. Mari tingkatkan kualitas hidup kita, masyarakat kita, jati diri kita, sehat tanpa narkoba.

call Center  (0551)2028290/081254572003

Email  bnnk_tarakan@yahoo.com

Login Form

Berita Terbaru

article thumbnailGELAR SOSIALISASI P4GN DI LINGKUNGAN PEKERJA Tarakan – Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan, Rabu (24/5) lalu, menggelar sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan  Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap...
article thumbnail    GANDENG TOKOH AGAMA UNTUK SELAMATKAN ANAK BANGSA Tarakan – Pengawasan terhadap pelabuhan tidak resmi atau dikenal dengan istilah jalur tikus, hingga kini masih menjadi jalur yang sulit terawasi oleh...
article thumbnailDEMI KOKOHNYA POS PENJAGAAN, LANTAMAL XIII MENGADAKAN PELATIHAN PENANGANAN KASUS NARKOBA Tarakan – Semakin banyaknya peredaran narkoba dan keterkaitan aparat penegak hukum yang tersandung kasus...

Banners

Anti Narkoba
Anti Narkoba 3
Anti Narkoba 2