Jumat (21/11), Kota Tarakan kembali menggelar kegiatan Advokasi Bidang Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Pereadaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan instansi Swasta. Instansi Swasta yang di Advokasi kali ini adalah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kota Tarakan. Kegiatan yang berlangsung di SD 02 Muhammadiyah ini dihadiri oleh Kepala BNN Kota Tarakan Hj Agus Surya Dewi, M.Pd dan Kasie Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Tarakan , Ahmad Sujai, MH sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, para narasumber menyampaikan materi terkait tentang apa itu narkotika, bahayanya, fenomena peredaran narkotika di kota tarakan serta rehabilitasi pecandu dan peran serta BNN Kota Tarakan terhadap penanganan pecandu nakotika.

 

Kegiatan yang diselenggarakan bertepatan dengan milad Muhammadiyah yang ke 102 tahun di bulan November ini dihadiri oleh para pejabat dan staf Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kota Tarakan, selain itu hadir juga peserta  dari staf pengajar seluruh sekolah yang berada di bawah naungan Muhammadiyah, mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menangah Atas. Para peserta yang sebagian besar merupakan tenaga pendidik di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kota Tarakan begitu antusias menyimak setiap pemaparan dari para narasumber apalagi terkait dengan penyalahgunaan zat adiktif dikalangan remaja yang merupakan pintu gerbang remaja dalam mengenal narkotika pada tahap yang lebih tinggi. Menurut pemaparan para narasumber efek yang ditimbulkan dari menghisap lem sama bahayanya dengan mengkonsumsi narkotika, dengan harga yang jauh lebih murah anak anak bisa mudah membeli dan terkena efeknya. Setelah mengetahui hal itu, tidak heran banyak dari para peserta yang sebagian besar adalah tenaga pendidik aktif bertanya terkait dengan fenomena “nge-lem” yang sering kali dilakukan oleh pelajar di kota Tarakan.

 

Dalam menangani permasalahan ngelem pada remaja di kota Tarakan, Hj Agus Surya Dewi, M.Pd mengatakan selain mensosialisasikan bahaya narkotika BNNK tarakan juga akan terus mensosialisasikan tentang bahaya ngelem disetiap penyuluhan yang rutin diselenggarakan oleh BNNK Tarakan, karena kegiatan menghisap lem bisa menjadi pintu gerbang seseorang untuk selanjutnya mengkonsumsi narkotika, misalnya menghisap shabu-shabu. mencoba untuk meloby pemerintah kota untuk menyelenggarakan tempat rehabilitasi pecandu lem untuk anak anak karena saat ini Badan Narkotika Nasional hanya menangani rehabilitasi terhadap pecandu narkotika saja. Namun jika ada yang ingin berkonsultasi BNNK Tarakan siap membantu dan melayani. Selain itu saran dari salah satu peserta advokasi untuk mengadakan penyuluhan kepada orang tua dan siswa secara bersamaan disambut baik oleh Kepala BNNK Tarakan untuk direalisasikan di program kerja tahun depan.