rehabilitasi gratis gif FIX 4

Wednesday,28-06-2017

Proteksi Diri dan Keluarga dari Penyalahgunaan Narkoba, Jika Sudah Terlanjur Lapor ke Kantor BNN Terdekat untuk di Rehabilitasi, Gratiss..!!

GELAR SOSIALISASI P4GN DI LINGKUNGAN PEKERJA


Tarakan – Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan, Rabu (24/5) lalu, menggelar sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan  Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan pekerja di wilayah Sebengkok Waru, Tarakan.

Sebanyak 30 orang mendapat pembekalan langsung mengenai informasi dan edukasi bahaya narkotika melalui progam P4GN yang disampaikan langsung oleh Kepala BNNK Tarakan Dr. Hj. Agus Surya Dewi, M.Pd.

Pada kesempatan itu, Bunda Dewi sapaan akrabnya, memaparkan tentang bahaya penggunaan obat-obatan terlarang dan jenis-jenis narkoba jenis baru yang saat ini tengah marak beredar luas di tengah masyarakat.

“Sekarang, jenis varian terbaru yaitu tembakau sintetesis atau biasa disebut tembakau gorilla sudah menjadi ancaman serius untuk semua kalangan, baik, pelajar, mahasiswa maupun pekerja,”terangnya.

Dia juga menjelaskan efek yang ditimbulkan dari penggunaan tembakau gorilla tersebut yakni bias membuat seseorang menjadi tidak bias bergerak seperti tertindis seekor gorilla besar.

Untuk itu, guna mencegah masuknya peredaran narkotika jenis baru tersebut di lingkungan pekerja, Bunda Dewi menghimbau pentingnya menjaga lingkungan kerja yang bersih dari narkoba.

Selain itu, rehabilitasi dinilai sangat diperlukan bagi korban penyalahgunaan narkoba. Karena dengan rehabilitasi maka seseorang pecandu narkoba dapat disembuhkan.

“Penjara bukan tempat bagi seseorang pecandu, melainkan harus direhabilitasi. Saya juga mengimbau kepada pengguna atau keluarga pengguna agar segera melapor kepada BNNK Tarakan apabila ada keluarga yang membutuhkan pelayanan rehabilitasi tersebut,”ujarnya.

 

 

 

 

 

 

GANDENG TOKOH AGAMA UNTUK SELAMATKAN ANAK BANGSA

Tarakan – Pengawasan terhadap pelabuhan tidak resmi atau dikenal dengan istilah jalur tikus, hingga kini masih menjadi jalur yang sulit terawasi oleh para petugas keamanan untuk membasmi peredaran narkotika di Kota Tarakan.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan Dr. Hj. Agus Surya Dewi, M.Pd mengakui untuk jalur tikus di Tarakan pemantauannya agak sulit karena ada 160 titik yang bisa ditempati untuk berlabuh.

“Yang terpenting itu sinergitas, kami minta kepada teman-teman Bea Cukai, Lantamal, dan Polairud untuk membantu patrol dan memantau peredaran narkoba melalui jalur tikus,”ujarnya.

Untuk mengantisipasi masuknya narkoba di Tarakan, maka BNNK Tarakan akan melakukan advokasi bersama para pengusaha jasa kargo, sehingga nantinya barang yang akan diakses melalui jasa kargo dapat diawasi dengan lebih teliti.

“Kita juga dulu pernah advokasi dengan pihak bandara dan ternyata berikutnya ada ketangkap 11 kg itu,”tuturnya.

Terpisah, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Utara, Raja Haryono mengatakan agar masyrakat juga ikut peduli terhadap kejahatan jaringan dan dampak dari narkoba. “Kita ketahui bahwa Kaltara ini berbatasan dengan negara tetangga karena ini pintu masuknya melewati laut dan udara,” ungkapnya.

Dikatakan Raja, tentu ada upaya penindakan tegas karena situasi Kaltara secara nasional sudah darurat dan memang harus perang terhadap narkoba khususnya bagi para Bandar. “Jangan sampai keluarga jadi korban atau justru jadi pelakunya, ini upaya kita selalu kordinasi dengan orang yang terkait, masyarakat, tokoh agama,” tambahnya.

DIkatakannya, untuk jalur-jalur tikus akan tetap dilakukan kegiatan penyelidikan, oleh karena pihaknya memohon kepada masyarakat untuk senantiasa memberikan informasi kepada petugas sehingga dapat bersinergi dalam rangka pengungkapan kasus-kasus yang berkaitan dengan narkoba.

“Seringnya sabu-sabu yang berhasil masuk wilayah, kita akan coba melihat dimana letak kelemahan-kelemahan itu agar hal serupa tidak terulang kembali,” harapnya.

 

 

 

 

MENJADI PEMBINA UPACARA DEMI MENJAGA ANAK BANGSA TERBEBAS DARI PENYALAHGUNAAN NARKOBA


Tarakan – Sejak awal Januari, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tarakan terus menggiatkan program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di lingkungan sekolah.

Saat upacara bendera pada Senin (3/4) kemarin Kepala Badan Nakotika Nasional Kota Tarakan Dr. Hj. Agus Surya Dewi, M.Pd menjadi pembina pada upacara bendera, seklaigus memberikan pembekalan kepada ratusan siswa,  Madrasah Aliyah Negeri Tarakan mengenai bahaya narkoba. Hal ini mendapat sambut baik oleh Wakil Humas MAN Tarakan Budi Prasetyo Widodo. “Saya mengapresiasi positif atas jalinan sinergi antara BNN Kota Tarakan dengan MAN Tarakan, karena pada dasarnya narkoba adalah haram. Sekali saya mewakili kepala Madrasah mengucapkan apresiasi kepada jajaran BNN Kota Tarakan semoga sinergi ini akan terus berlanjut diwaktu yang datang, dalam memberikan pemahaman tentang bahaya penyalahgunaan narkoba”,terangnya.

Dalam amanatnya Kepala BNN Kota Tarakan, Dr. Hj. Agus Surya Dewi, M.Pd menyampaikan peran pemuda generasi penerus bangsa. “Kalian semua adalah generasi penerus bangsa, bagaimana jadinya jika generasi penerus bangsa pada menggunakan narkoba?. Maka kota ini akan menjadi kota mumi, yang raganya ada tetapi jiwa dan pikirannya tidak ada”,jelasnya.

Mengutip kata Bung Karno “beri aku sepuluh orang pemuda maka akan aku guncangkan dunia”. Pada dasarnya Bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki kekayaan sumber daya, baik alam dan manusia yang cerdas. Inilah yang membuat bangsa lain iri dengsa Indonesia sehingga banyak bangsa lain yang ingin menjatuhkan Bangsa Indonesia salah satunya dengan narkotika,”tambah Dewi.

Kepala BNN Kota Tarakan juga berpesan kepada seluruh siswa MAN Tarakan agar berhati-hati dalam berteman. “Sudah banyak modus yang digunakan para bandar untuk merekrut atau menjajakan barang yang dimiliki. Dan jangan mudah percaya jika ada yang menawarkan barang dengan modus supaya lebih konsen belajar terutama bagi yang akan melaksanakan ujian nasional, karena tidak ada cara yang lain yang membuat kita konsen belajar selain berpola hidup sehat”.ucapnya.

Sebelum mengakhiri amanatnya, Ibu Dewi mengajak seluruh warga sekolah MAN Tarakan untuk menjaga diri dan keluarga dari penyalahgunaan narkoba. “Mari kita jaga lingkungan kita supaya terbebas dari penyalahgunaan narkoba. Dan bagi yang sudah pernah mencoba ayok kita STOP Narkoba, dan bagi yang belum tidak perlu mencoba, harus tetap imun. Dan juga bagi yang ingin pulih agar bias mendatangi dan melaporkan diri ke BNN untuk mendapatkan rehabilitasi.”tutupnya.

 

DEMI KOKOHNYA POS PENJAGAAN, LANTAMAL XIII MENGADAKAN PELATIHAN PENANGANAN KASUS NARKOBA


Tarakan – Semakin banyaknya peredaran narkoba dan keterkaitan aparat penegak hukum yang tersandung kasus narkoba. Melalui Pjs. Kadiskum Lantamal XIII, Mayor Paslan mengadakan sosialisasi kepada Komandan Pos AL dan staf di bawah naungan Lantamal XIII Kota Tarakan, Selasa, (4/4) di Ruang Serbaguna Lantamal XIII.

Tujuan diadakan kegiatan ini untuk memberikan penyegaran kepada komandan Pos Al terkait pencegahan dan penanggulangan bahaya narkoba. “Kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada Komandan Pos AL yang berada di naungan Lantamal XIII seperti Pos AL di Kabupaten Tana Tidung, Tanjung Selor, Malinau, serta Pos AL yang ada di Kota Tarakan. Selain itu selain memberikan cara pencegahan juga untuk memberikan pemahaman terkait penanganan kasus narkotika di lapangan”, terang Mayor Paslan.

Selaku narasumber Kepala BNN Kota Tarakan, Dr. Hj. Agus Surya Dewi, M.Pd menyampaikan pentingnya sinergitas seluruh elemen penegak hukum. “Presiden Jowo Widodo menyatakan Indonesia dalam keadaan darurat narkoba, lalu Pak Jokowi mengeluarkan Intruksi Presiden terkait P4GN, salah satunya yaitu semua penegak hukum dan instansi terkait beserta masyarakat harus bersinergi dan menghilangkan ego sektoral. Karena masalah narkoba adalah masalah bersama bukan hanya persamasalahn satu instansi jadi seluruh elemen harus bersinergi,”terang Ibu Dewi.

Ibu Dewi juga menyampaikan kewenangan setiap aparat dalam menangani kasus narkoba. “Semua elemen harus perang terhadap narkoba. Hal ini juga termasuk intruksi presiden. Tetapi kita juga harus tahu kewenangan setiap instansi dalam menangani kasus narkoba. Agar nantinya tidak melanggar hukum. Dan yang paling penting perlu adanya komunikasi dan sinergi antar sesame instansi,”tambahnya.

Dan sebagai penutup Ibu juga menghimbau perlunya rehabilitasi. “Cara yang tidak kalah pentingnya dalam penanganan kasus narkoba yaitu rehabilitasi. Saya menghimbau kepada seluruhnya jika ada warga dimana bapak bertugas yang menjadi korban penyalahguna narkoba agar untuk dilaporkan ke instansi terkait agar mendapatkan pelayanan rehabilitasi dan terutama yang terpenting adalah adanya kemauan dari penyalahguna narkoba. Dan apabila ada anggota bapak yang menjadi pengguna narkoba itu kembali lagi dari kebijakan pimpinan.”tutupnya.

 

DISEMINASI INFORMASI P4GN PADA KEGIATAN PEMANTAPANNILAI-NILAI KEBANGSAAN

Tarakan, Demi meningkatkan rasa nasionalisme dan memantapkan nilai-nilai kebangsaan siswa, Ikatan Alumni Lemhanas Provinsi Kalimantan Utara menggelar outbond pemantapan nilai-nilai, Minggu (3/4) di SMP Negeri 10 Tarakan.  Kegiatan ini dibuka oleh Wali Kota Tarakan Ir. Sofian Raga mendapatkan respon yang baik oleh walikota.

Selain mendapatkan materi di ruang kelas, para siswa juga mendapatkan materi di dalam kelas tentang empat konsensus kebangsaan yaitu, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Undang-undang Dasar 1945, dan NKRI. Tidak hanya itu para siswa juga mendapatkan pembekalan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Mengingat Negara Indonesia sudah masuk dalam kategori darurat narkoba dan Kalimantan Utara berada pada posisi kelima peringkat nasional dalam kategori pelajar/mahasiswa yang pernah coba menggunakan narkoba dan angka setahun pemakaian narkoba. Turut hadir Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan Dr. Hj. Agus Surya Dewi, M.Pd sebagai narasumber. Dibawah teriknya matahari tidak menyurutkan semangat siswa untuk mendengarkan materi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. “Kalian yang berada dalam kegiatan ini adalah orang-orang pilihan, karena tidak semua siswa bisa mengikuti kegiatan outbond ini. Dan saya harapkan kalian juga adalah orang-orang yang mampu menjadi penerus bangsa,”Terang Kepala BNN Kota Tarakan.

Kepala BNN Kota Tarakan juga menjelaskan dampak dari penyalahgunaan narkoba. “Sekarang sudah benyak sekali modus peredaran narkoba, salah satunya dengan menjadikan bahan campuran makanan. Untuk itu kalian harus berhati-hati ketika membeli makanan diluar. Dan jangan mau apabila ada orang yang tidak kalian kenal tiba-tiba meminta tolong untuk mengantarkan barang ke orang yang tidak kalian kenal juga, karena itu salah satu modus mereka meraih keuntungan dengan menjual barang haram. Tidak hanya itu lem juga sangat berbahaya. Dan bahayanya itu melebihi sabu-sabu yang kini marak di Kota Tarakan. Karena dampak lem itu tidak perlu membutuhkan waktu yang lama, dampaknya itu akan langsung terlihat ketika kalian setelah menghirup lem. Kalian akan terlihat menghayal dan teerlihat beleng. Dan bagaimana jadinya kalau Kota Tarakan generasi penerusnya pada beleng-beleng. Itu bisa kalian bayangkan sendiri.” Jelasnya

Sebelum mengakhiri materinya Dewi juga berpesan untuk STOP Narkoba. “Bagi kalian yang sudah pernah coba pakai mulai sekarang STOP dan bagi yang belum maka tidak perlu untuk mencoba pakai, karena kalau sudah mencoba maka akan susah untuk keluar dari jeratannya. Dan apabila yang ingin berhenti datanglah ke BNN untuk konsultasi dan meminta untuk direhabilitasi.”Tutupnya.

call Center  (0551)2028290/081254572003

Email  bnnk_tarakan@yahoo.com

Login Form

Berita Terbaru

article thumbnailGELAR SOSIALISASI P4GN DI LINGKUNGAN PEKERJA Tarakan – Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan, Rabu (24/5) lalu, menggelar sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan  Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap...
article thumbnail    GANDENG TOKOH AGAMA UNTUK SELAMATKAN ANAK BANGSA Tarakan – Pengawasan terhadap pelabuhan tidak resmi atau dikenal dengan istilah jalur tikus, hingga kini masih menjadi jalur yang sulit terawasi oleh...
article thumbnailDEMI KOKOHNYA POS PENJAGAAN, LANTAMAL XIII MENGADAKAN PELATIHAN PENANGANAN KASUS NARKOBA Tarakan – Semakin banyaknya peredaran narkoba dan keterkaitan aparat penegak hukum yang tersandung kasus...

Banners

Anti Narkoba
Anti Narkoba 2
Anti Narkoba 3