rehabilitasi gratis gif FIX 4

Friday,15-12-2017

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1438 H, JANGAN KURBANKAN KELUARGA KALIAN DEMI KESENANGAN SESAAT DAN SEGERA STOP NARKOBA

BNNK TARAKAN SOSIALISASI P4GN DI PK2MB UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Tarakan, Sebanyak 1750 mahasiswa baru Universitas Borneo Tarakan (UBT) pada Rabu (23/8) yang mengikuti kegiatan pengenalan kampus mahasiswa baru (PK2MB) UBT angakatan tahun 2017 mendapatkan sosialisasi tentang Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada seluruh mahasiswa, khususnya mahasiswa baru bahwa lingkungan kampus juga merupakan lingkungan yang rawan akan penyalahgunaan narkoba, dan nantinya para mahasiswa ini tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. Selian itu juga, Universitas Borneo Tarakan dengan BNN Kota Tarakan sudah menandatangani nota kesepaham untuk bersama melaksanakan program P4GN.

Kepala BNN Kota Tarakan Dr. Hj. Agus Surya Dewi, M.Pd yang saat itu hadir sebagai narasumber pada kegiatan tersebut. Ibu Dewi menjelaskan tentang prevalensi penyalahgunaan narkotika. Indonesia sudah masuk kategori darurat narkoba termasuk Provinsi Kalimantan Utara. Berdasarkan data penelitian survey yang dilakukan oleh BNN RI bersama Universitas Indonesia (UI) pada kelompok pelajar dan mahasiswa tahun 2016 yang kebetulan Kaltara sebagai sampel penelitian di Kota Tarakan, Bulungan dan Malinau. Provinsi Kaltara yang tergolong provinsi baru, saat ini menempati peringkat ke 3 nasional pengguna narkotika setahun pakai, serta peringkat ke 5 untuk kategori pernah memakai narkotika.” Ujarnya.

Kepala BNN Kota Tarakan juga menjelaskan beredarnya jenis narkoba baru. “Saat ini bangsa Indonesia benar-benar ingin dihancurkan oleh bangsa lain, kita memliki sumber daya manusia yang cerdas jadi banyak bangsa lain yang ingin mengahancurkan generasi muda kita. Para bandar membuat jenis narkoba baru seperti tembakau gorilla, dan yang lagi marak saat ini adalah flaka dan jenis baru ini sudah masuk di dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI.”jelasnya.

Di tengah-tengah kegiatan sosialisasi Ibu Dewi meminta kepada mahasiswa baru yang pernah menggunakan narkotika untuk jujur  dan memberikan testimoni.

Plt Kasie P2M BNN Kota Tarakan Agustina Rantesalu, SE dalam waktu yang bersamaan  mengadakan tes urine kepada tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan di Universitas Borneo Tarakan. Ada Sekitar 75 orang yang kita cek urine. Kegiatan ini juga bentuk komitmen BNN Kota Tarakan dan Universitas Borneo Tarakan untuk STOP NARKOBA. Tutupnya.

 

 

 

 

SEHARI 2 SEKOLAH YANG DIBERIKAN PENCERAHAN TENTANG BAHAYA NARKOBA

Plt. Kasie P2M BNNK Tarakan foto bersama kepala sekolah dan guru SMP Frater Don Bosco

Tarakan, Senin (21/8) Teriknya matahari setelah hujan tidak menyurutkan BNN Kota Tarakan untuk mensosialisasi program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN). Memberikan pemahaman tentang bahaya narkotika merupakan salah satu tugas pokok BNN. Hal itulah yang dilakukan BNNK Tarakan setiap hari Senin. Menjadi pembina upacara merupakan salah satu cara mengkampanyekan bahaya narkoba. Hari ini ada 2 sekolah sekaligus yang dikunjungi BNN Kota Tarakan.

Bertindak selaku pembina upacara di SD 014 staff penyuluh seksi P2M BNN Kota Tarakan, menjelaskan tentang pola hidup sehat agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba. “Perlu kakak sampaikan tentang pentingnya pola hidup sehat, pola hidup sehat tidak hanya identic dengan makanan dan istirahat yang cukup saja, tetapi juga menjaga kebersihan makanan dan mengetahui apa yang terkandung dalam makanan tersebut. Terutama untuk tidak jajan disembarangan, karena kita tidak tahu apa yang terkandung dalam makanan tersebut, seperti yang sudah terjadi, ada permen yang mengandung narkoba, bronis yang bahannya ada campuran ganjanya”. Terangnya

Selain itu juga sebelum mangakhiri amanatnya Dwi berpesan kepada seluruh guru di SD Negeri 014 untuk dapat menjaga dan selalu mengingatkan akan bahaya narkoba disaat ingin mengakhiri jam mata pelajaran. “harapan saya semoga bahaya narkoba ini bisa masuk dalam kurikulum, tetapi apabila belum bisa saya harapkan seluruh guru dapat menyampaikan atau mengingatkan siswa-siswinya akan bahaya narkoba disaat mengakhiri jam mata pelajaran”. Tutupnya.

Pada saat yang sama BNN Kota Tarakan juga menjadi pembina upacara di SD Frater Don Bosco. Bertindak selaku pembina upacara Plt. Kasie P2M BNNK Tarakan Agustina Rantesalu, SE. Ibu agustina memaparkan kembali bahwasanya Provinsi Kaltara yang tergolong provinsi baru, saat ini menempati peringkat ke 3 nasional pengguna narkotika setahun pakai, serta peringkat ke 5 untuk kategori pernah memakai narkotika.

“Berdasarkan data penelitian survey yang dilakukan oleh BNN RI bersama Universitas Indonesia (UI) pada kelompok pelajar dan mahasiswa tahun 2016 yang kebetulan Kaltara sebagai sampel penelitian di Kota Tarakan, Bulungan dan Malinau,” ujarnya

Dia juga menyampaikan, kegiatan program P4GN pada upacara di sekolah, khususnya di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sesuai dengan arahan kepala BNN Republik Indonesia. Tidak hanya di SMA atau pun SMK, tetapi kita akan keliling kesemua sekolah termasuk sekolah dasar maupun tingkat menengah pertama.

Selain itu, Ibu Agustina juga menjelaskan pentingnya pola hidup sehat. “Sekarang para bandar sangat pintar supaya narkotika ini bisa banyak diminati, seperti mencampurkan ke dalam bahan makanan, yang pernah ada seperti bronis ganja, ada juga ke dalam permen. Kita tidak mengetahui apakah makanan yang dimakan di luar itu sehat atau malah membuat kita terjerumus sebagai korban penyalahguna narkotika. Dan untuk seluruh peserta didik jangan mau apabila ada orang yang tidak dikenal menyuruh untuk mengantarkan barang yang tidak diketahui isinya. Karena para bandar juga memperdayakan anak-anak agar narkotika laris di jual.” Tutupnya.

LANJUTKAN SOSIALISASI P4GN KE SEKOLAH

Tarakan, Senin (07/8) Teriknya matahari setelah hujan tidak menyurutkan BNN Kota Tarakan untuk mensosialisasi program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di sekolah-sekolah.

Bertindak selaku pembina upacara, di hadapan ratusan siswa-siswi SMA Frater Don Bosco, Kepala BNNK Tarakan Dr. Hj. Agus Surya Dewi, M.Pd, memaparkan kembali bahwasanya Provinsi Kaltara yang tergolong provinsi baru, saat ini menempati peringkat ke 3 nasional pengguna narkotika setahun pakai, serta peringkat ke 5 untuk kategori pernah memakai narkotika.

“Berdasarkan data penelitian survey yang dilakukan oleh BNN RI bersama Universitas Indonesia (UI) pada kelompok pelajar dan mahasiswa tahun 2016 yang kebetulan Kaltara sebagai sampel penelitian di Kota Tarakan, Bulungan dan Malinau,” ujarnya

Dia juga menyampaikan, kegiatan program P4GN pada upacara di sekolah, khususnya di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sesuai dengan arahan kepala BNN Republik Indonesia.

Selain itu, sosialisasi mengenai pemberdayaan bidang P4GN terhadap instansi pemerintah dan swasta, sekolah negeri dan swasta juga dinilai penting, karena program rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba saat ini masih belum maksimal. “kesadaran masyarakat akan rehabilitasi saat ini masih kurang, hal ini disebabkan banyak factor, salah satunya masyarakat masih beranggapan akan dipenjarakan jika melapor sendiri ke BNN. Padahal, jika masyarakat memiliki kesadaran untuk melapor ke BNN maka akan direhabilitasi dan bukan dipenjara.

 

 

SEKOLAH DASAR JUGA MENDAPATKAN SOSIALISASI P4GN

 

Tarakan, Senin (07/8) Teriknya matahari setelah hujan tidak menyurutkan BNN Kota Tarakan untuk mensosialisasi program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di sekolah-sekolah.

Bertindak selaku pembina upacara, di hadapan ratusan siswa-siswi SD Negeri 009 Kota Tarakan, Staff BNNK Tarakan Elly Masturoh, Amd. Kep., memaparkan kembali bahwasanya Provinsi Kaltara yang tergolong provinsi baru, saat ini menempati peringkat ke 3 nasional pengguna narkotika setahun pakai, serta peringkat ke 5 untuk kategori pernah memakai narkotika.

“Berdasarkan data penelitian survey yang dilakukan oleh BNN RI bersama Universitas Indonesia (UI) pada kelompok pelajar dan mahasiswa tahun 2016 yang kebetulan Kaltara sebagai sampel penelitian di Kota Tarakan, Bulungan dan Malinau,” ujarnya

Dia juga menyampaikan, kegiatan program P4GN pada upacara di sekolah, khususnya di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sesuai dengan arahan kepala BNN Republik Indonesia. Tidak hanya di SMA atau pun SMK, tetapi kita akan keliling kesemua sekolah termasuk sekolah dasar maupun tingkat menengah pertama.

Selain itu, Elly juga menjelaskan pentingnya pola hidup sehat. “Sekarang para bandar sangat pintar supaya narkotika ini bisa banyak diminati, seperti mencampurkan ke dalam bahan makanan, yang pernah ada seperti bronis ganja, ada juga ke dalam permen. Kita tidak mengetahui apakah makanan yang dimakan di luar itu sehat atau malah membuat kita terjerumus sebagai korban penyalahguna narkotika. Dan untuk seluruh peserta didik jangan mau apabila ada orang yang tidak dikenal menyuruh untuk mengantarkan barang yang tidak diketahui isinya. Karena para bandar juga memperdayakan anak-anak agar narkotika laris di jual.” Tutupnya.

 

 

 

 

 

 

GELAR SOSIALISASI P4GN DI LINGKUNGAN PEKERJA


Tarakan – Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan, Rabu (24/5) lalu, menggelar sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan  Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan pekerja di wilayah Sebengkok Waru, Tarakan.

Sebanyak 30 orang mendapat pembekalan langsung mengenai informasi dan edukasi bahaya narkotika melalui progam P4GN yang disampaikan langsung oleh Kepala BNNK Tarakan Dr. Hj. Agus Surya Dewi, M.Pd.

Pada kesempatan itu, Bunda Dewi sapaan akrabnya, memaparkan tentang bahaya penggunaan obat-obatan terlarang dan jenis-jenis narkoba jenis baru yang saat ini tengah marak beredar luas di tengah masyarakat.

“Sekarang, jenis varian terbaru yaitu tembakau sintetesis atau biasa disebut tembakau gorilla sudah menjadi ancaman serius untuk semua kalangan, baik, pelajar, mahasiswa maupun pekerja,”terangnya.

Dia juga menjelaskan efek yang ditimbulkan dari penggunaan tembakau gorilla tersebut yakni bias membuat seseorang menjadi tidak bias bergerak seperti tertindis seekor gorilla besar.

Untuk itu, guna mencegah masuknya peredaran narkotika jenis baru tersebut di lingkungan pekerja, Bunda Dewi menghimbau pentingnya menjaga lingkungan kerja yang bersih dari narkoba.

Selain itu, rehabilitasi dinilai sangat diperlukan bagi korban penyalahgunaan narkoba. Karena dengan rehabilitasi maka seseorang pecandu narkoba dapat disembuhkan.

“Penjara bukan tempat bagi seseorang pecandu, melainkan harus direhabilitasi. Saya juga mengimbau kepada pengguna atau keluarga pengguna agar segera melapor kepada BNNK Tarakan apabila ada keluarga yang membutuhkan pelayanan rehabilitasi tersebut,”ujarnya.

 

 

 

 

call Center  (0551)2028290/081254572003

Email  bnnk_tarakan@yahoo.com

Login Form

Berita Terbaru

article thumbnailBNNK TARAKAN SOSIALISASI P4GN DI PK2MB UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Tarakan, Sebanyak 1750 mahasiswa baru Universitas Borneo Tarakan (UBT) pada Rabu (23/8) yang mengikuti kegiatan pengenalan kampus...
article thumbnailSEHARI 2 SEKOLAH YANG DIBERIKAN PENCERAHAN TENTANG BAHAYA NARKOBA Tarakan, Senin (21/8) Teriknya matahari setelah hujan tidak menyurutkan BNN Kota Tarakan untuk mensosialisasi program pencegahan,...
article thumbnailSEKOLAH DASAR JUGA MENDAPATKAN SOSIALISASI P4GN   Tarakan, Senin (07/8) Teriknya matahari setelah hujan tidak menyurutkan BNN Kota Tarakan untuk mensosialisasi program pencegahan, pemberantasan,...

Banners

Anti Narkoba
Anti Narkoba 3
Anti Narkoba 2