rehabilitasi gratis gif FIX 4

Tuesday,22-08-2017

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 72, INDONESIA KERJA BERSAMA !!!

SEKOLAH DASAR JUGA MENDAPATKAN SOSIALISASI P4GN

 

Tarakan, Senin (07/8) Teriknya matahari setelah hujan tidak menyurutkan BNN Kota Tarakan untuk mensosialisasi program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di sekolah-sekolah.

Bertindak selaku pembina upacara, di hadapan ratusan siswa-siswi SD Negeri 009 Kota Tarakan, Staff BNNK Tarakan Elly Masturoh, Amd. Kep., memaparkan kembali bahwasanya Provinsi Kaltara yang tergolong provinsi baru, saat ini menempati peringkat ke 3 nasional pengguna narkotika setahun pakai, serta peringkat ke 5 untuk kategori pernah memakai narkotika.

“Berdasarkan data penelitian survey yang dilakukan oleh BNN RI bersama Universitas Indonesia (UI) pada kelompok pelajar dan mahasiswa tahun 2016 yang kebetulan Kaltara sebagai sampel penelitian di Kota Tarakan, Bulungan dan Malinau,” ujarnya

Dia juga menyampaikan, kegiatan program P4GN pada upacara di sekolah, khususnya di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sesuai dengan arahan kepala BNN Republik Indonesia. Tidak hanya di SMA atau pun SMK, tetapi kita akan keliling kesemua sekolah termasuk sekolah dasar maupun tingkat menengah pertama.

Selain itu, Elly juga menjelaskan pentingnya pola hidup sehat. “Sekarang para bandar sangat pintar supaya narkotika ini bisa banyak diminati, seperti mencampurkan ke dalam bahan makanan, yang pernah ada seperti bronis ganja, ada juga ke dalam permen. Kita tidak mengetahui apakah makanan yang dimakan di luar itu sehat atau malah membuat kita terjerumus sebagai korban penyalahguna narkotika. Dan untuk seluruh peserta didik jangan mau apabila ada orang yang tidak dikenal menyuruh untuk mengantarkan barang yang tidak diketahui isinya. Karena para bandar juga memperdayakan anak-anak agar narkotika laris di jual.” Tutupnya.

 

 

 

 

 

 

LANJUTKAN SOSIALISASI P4GN KE SEKOLAH

Tarakan, Senin (07/8) Teriknya matahari setelah hujan tidak menyurutkan BNN Kota Tarakan untuk mensosialisasi program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di sekolah-sekolah.

Bertindak selaku pembina upacara, di hadapan ratusan siswa-siswi SMA Frater Don Bosco, Kepala BNNK Tarakan Dr. Hj. Agus Surya Dewi, M.Pd, memaparkan kembali bahwasanya Provinsi Kaltara yang tergolong provinsi baru, saat ini menempati peringkat ke 3 nasional pengguna narkotika setahun pakai, serta peringkat ke 5 untuk kategori pernah memakai narkotika.

“Berdasarkan data penelitian survey yang dilakukan oleh BNN RI bersama Universitas Indonesia (UI) pada kelompok pelajar dan mahasiswa tahun 2016 yang kebetulan Kaltara sebagai sampel penelitian di Kota Tarakan, Bulungan dan Malinau,” ujarnya

Dia juga menyampaikan, kegiatan program P4GN pada upacara di sekolah, khususnya di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sesuai dengan arahan kepala BNN Republik Indonesia.

Selain itu, sosialisasi mengenai pemberdayaan bidang P4GN terhadap instansi pemerintah dan swasta, sekolah negeri dan swasta juga dinilai penting, karena program rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba saat ini masih belum maksimal. “kesadaran masyarakat akan rehabilitasi saat ini masih kurang, hal ini disebabkan banyak factor, salah satunya masyarakat masih beranggapan akan dipenjarakan jika melapor sendiri ke BNN. Padahal, jika masyarakat memiliki kesadaran untuk melapor ke BNN maka akan direhabilitasi dan bukan dipenjara.

 

 

 

 

GANDENG TOKOH AGAMA UNTUK SELAMATKAN ANAK BANGSA

Tarakan – Pengawasan terhadap pelabuhan tidak resmi atau dikenal dengan istilah jalur tikus, hingga kini masih menjadi jalur yang sulit terawasi oleh para petugas keamanan untuk membasmi peredaran narkotika di Kota Tarakan.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan Dr. Hj. Agus Surya Dewi, M.Pd mengakui untuk jalur tikus di Tarakan pemantauannya agak sulit karena ada 160 titik yang bisa ditempati untuk berlabuh.

“Yang terpenting itu sinergitas, kami minta kepada teman-teman Bea Cukai, Lantamal, dan Polairud untuk membantu patrol dan memantau peredaran narkoba melalui jalur tikus,”ujarnya.

Untuk mengantisipasi masuknya narkoba di Tarakan, maka BNNK Tarakan akan melakukan advokasi bersama para pengusaha jasa kargo, sehingga nantinya barang yang akan diakses melalui jasa kargo dapat diawasi dengan lebih teliti.

“Kita juga dulu pernah advokasi dengan pihak bandara dan ternyata berikutnya ada ketangkap 11 kg itu,”tuturnya.

Terpisah, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Utara, Raja Haryono mengatakan agar masyrakat juga ikut peduli terhadap kejahatan jaringan dan dampak dari narkoba. “Kita ketahui bahwa Kaltara ini berbatasan dengan negara tetangga karena ini pintu masuknya melewati laut dan udara,” ungkapnya.

Dikatakan Raja, tentu ada upaya penindakan tegas karena situasi Kaltara secara nasional sudah darurat dan memang harus perang terhadap narkoba khususnya bagi para Bandar. “Jangan sampai keluarga jadi korban atau justru jadi pelakunya, ini upaya kita selalu kordinasi dengan orang yang terkait, masyarakat, tokoh agama,” tambahnya.

DIkatakannya, untuk jalur-jalur tikus akan tetap dilakukan kegiatan penyelidikan, oleh karena pihaknya memohon kepada masyarakat untuk senantiasa memberikan informasi kepada petugas sehingga dapat bersinergi dalam rangka pengungkapan kasus-kasus yang berkaitan dengan narkoba.

“Seringnya sabu-sabu yang berhasil masuk wilayah, kita akan coba melihat dimana letak kelemahan-kelemahan itu agar hal serupa tidak terulang kembali,” harapnya.

 

 

 

 

GELAR SOSIALISASI P4GN DI LINGKUNGAN PEKERJA


Tarakan – Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan, Rabu (24/5) lalu, menggelar sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan  Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan pekerja di wilayah Sebengkok Waru, Tarakan.

Sebanyak 30 orang mendapat pembekalan langsung mengenai informasi dan edukasi bahaya narkotika melalui progam P4GN yang disampaikan langsung oleh Kepala BNNK Tarakan Dr. Hj. Agus Surya Dewi, M.Pd.

Pada kesempatan itu, Bunda Dewi sapaan akrabnya, memaparkan tentang bahaya penggunaan obat-obatan terlarang dan jenis-jenis narkoba jenis baru yang saat ini tengah marak beredar luas di tengah masyarakat.

“Sekarang, jenis varian terbaru yaitu tembakau sintetesis atau biasa disebut tembakau gorilla sudah menjadi ancaman serius untuk semua kalangan, baik, pelajar, mahasiswa maupun pekerja,”terangnya.

Dia juga menjelaskan efek yang ditimbulkan dari penggunaan tembakau gorilla tersebut yakni bias membuat seseorang menjadi tidak bias bergerak seperti tertindis seekor gorilla besar.

Untuk itu, guna mencegah masuknya peredaran narkotika jenis baru tersebut di lingkungan pekerja, Bunda Dewi menghimbau pentingnya menjaga lingkungan kerja yang bersih dari narkoba.

Selain itu, rehabilitasi dinilai sangat diperlukan bagi korban penyalahgunaan narkoba. Karena dengan rehabilitasi maka seseorang pecandu narkoba dapat disembuhkan.

“Penjara bukan tempat bagi seseorang pecandu, melainkan harus direhabilitasi. Saya juga mengimbau kepada pengguna atau keluarga pengguna agar segera melapor kepada BNNK Tarakan apabila ada keluarga yang membutuhkan pelayanan rehabilitasi tersebut,”ujarnya.

 

 

 

 

DEMI KOKOHNYA POS PENJAGAAN, LANTAMAL XIII MENGADAKAN PELATIHAN PENANGANAN KASUS NARKOBA


Tarakan – Semakin banyaknya peredaran narkoba dan keterkaitan aparat penegak hukum yang tersandung kasus narkoba. Melalui Pjs. Kadiskum Lantamal XIII, Mayor Paslan mengadakan sosialisasi kepada Komandan Pos AL dan staf di bawah naungan Lantamal XIII Kota Tarakan, Selasa, (4/4) di Ruang Serbaguna Lantamal XIII.

Tujuan diadakan kegiatan ini untuk memberikan penyegaran kepada komandan Pos Al terkait pencegahan dan penanggulangan bahaya narkoba. “Kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada Komandan Pos AL yang berada di naungan Lantamal XIII seperti Pos AL di Kabupaten Tana Tidung, Tanjung Selor, Malinau, serta Pos AL yang ada di Kota Tarakan. Selain itu selain memberikan cara pencegahan juga untuk memberikan pemahaman terkait penanganan kasus narkotika di lapangan”, terang Mayor Paslan.

Selaku narasumber Kepala BNN Kota Tarakan, Dr. Hj. Agus Surya Dewi, M.Pd menyampaikan pentingnya sinergitas seluruh elemen penegak hukum. “Presiden Jowo Widodo menyatakan Indonesia dalam keadaan darurat narkoba, lalu Pak Jokowi mengeluarkan Intruksi Presiden terkait P4GN, salah satunya yaitu semua penegak hukum dan instansi terkait beserta masyarakat harus bersinergi dan menghilangkan ego sektoral. Karena masalah narkoba adalah masalah bersama bukan hanya persamasalahn satu instansi jadi seluruh elemen harus bersinergi,”terang Ibu Dewi.

Ibu Dewi juga menyampaikan kewenangan setiap aparat dalam menangani kasus narkoba. “Semua elemen harus perang terhadap narkoba. Hal ini juga termasuk intruksi presiden. Tetapi kita juga harus tahu kewenangan setiap instansi dalam menangani kasus narkoba. Agar nantinya tidak melanggar hukum. Dan yang paling penting perlu adanya komunikasi dan sinergi antar sesame instansi,”tambahnya.

Dan sebagai penutup Ibu juga menghimbau perlunya rehabilitasi. “Cara yang tidak kalah pentingnya dalam penanganan kasus narkoba yaitu rehabilitasi. Saya menghimbau kepada seluruhnya jika ada warga dimana bapak bertugas yang menjadi korban penyalahguna narkoba agar untuk dilaporkan ke instansi terkait agar mendapatkan pelayanan rehabilitasi dan terutama yang terpenting adalah adanya kemauan dari penyalahguna narkoba. Dan apabila ada anggota bapak yang menjadi pengguna narkoba itu kembali lagi dari kebijakan pimpinan.”tutupnya.

 

call Center  (0551)2028290/081254572003

Email  bnnk_tarakan@yahoo.com

Login Form

Berita Terbaru

article thumbnailSEKOLAH DASAR JUGA MENDAPATKAN SOSIALISASI P4GN   Tarakan, Senin (07/8) Teriknya matahari setelah hujan tidak menyurutkan BNN Kota Tarakan untuk mensosialisasi program pencegahan, pemberantasan,...
LANJUTKAN SOSIALISASI P4GN KE SEKOLAH
Monday, 07 August 2017
article thumbnailLANJUTKAN SOSIALISASI P4GN KE SEKOLAH Tarakan, Senin (07/8) Teriknya matahari setelah hujan tidak menyurutkan BNN Kota Tarakan untuk mensosialisasi program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan...
article thumbnailGELAR SOSIALISASI P4GN DI LINGKUNGAN PEKERJA Tarakan – Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan, Rabu (24/5) lalu, menggelar sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan  Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap...

Banners

Anti Narkoba
Anti Narkoba 2
Anti Narkoba 3