rehabilitasi gratis gif FIX 4

Wednesday,28-06-2017

Proteksi Diri dan Keluarga dari Penyalahgunaan Narkoba, Jika Sudah Terlanjur Lapor ke Kantor BNN Terdekat untuk di Rehabilitasi, Gratiss..!!

RAPAT KOORDINASI ANTAR PEMANGKU KEPENTINGAN TINGKAT KOTA DENGAN INSTANSI TERKAIT.

 

Tarakan – Dalam rangka melaksanakan program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan , dan peredaran gelap narkoba (P4GN), Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan terus berkoordinasi serta bekerjasama dengan instansi pemerintah maupun komunitas masyarakat setempat. Kepala Badan NArkotika Nasional Kota Tarakan melalui pelaksana tugas Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Kota Tarakan Rena Herdiani mengatakan, pihaknya sangat memerlukan keterlibatan instansi pemerintah dan komunitas masyarakat dalam upaya rehabilitasi pecandu dan penyalahgunaan narkoba di Kota Tarakan. Sebab akhir-akhir ini terjadi peningkatan penyalahgunaan narkoba.

“Meski masih menjadi perdebatan, perlu diketahui bahwa rehabilitasi merupakan bagian dari pemulihan pengguna dan sekaligus pencegahan meluasnya penyalahgunaan narkoba,”tuturnya. Pencegahan tersebut dimaksud agar para pengguna narkoba tidak menular kebiasaannya kepada masyrakat yang tidak pernah menggunakan narkoba. Karena dari pengalamanan yang pernah terjadi sebelumnya, ketika ada pasien yang mendatangi BNN Kota Tarakan yang dikemudian dilakukan assessment, pasien tersebut mengaku memiliki teman yang juga menggunakan narkoba.

“Rata-rata mereka menyebutkan temannya yang pakai ada sekitar 10 orang. Bayangkan dari 48 pasien yang ikut rehabilitasi hingga April 2017 di BNN Kota Tarakan, lalu kemudian memiliki 10 teman yang juga menggunakan narkoba. Mereka (pasien) mengaku menggunakan narkoba awalnya karena diajak temannya,”ujarnya.

Dengan demikian BNN Kota Tarakan merasa perlunya keterlibatan sekaligus memberikan dukungan kepada instansi pemerintah dan komunitas masyarakat dalam upaya pemulihan sekaligus mencegah meluasnya pengguna narkoba. BNN Kota Tarakan tahun 2017 ini menargetkan dapat memberikan dukungan kepada 3 lembaga rehabilitasi instansi pemerintah termasuk di dalamnya lembaga rehabilitasi instansi pemerintah baik rumah sakit maupun puskesmas serta 1 lembaga rehabilitasi komponen masyarakat di Kota Tarakan.

“Yang juga boleh melakukan rehabilitasi selain BNN adalah instansi pemerintah dan lembaga yang dimiliki komponen masyarakat”ujarnya. Tahun lalu, BNN diberikan target untuk mendukung 1 lembaga rehabilitasi instansi pemerintah dan 1 lembaga rehabilitasi komponen masyarakat. BNN telah berhasil mencapai target untuk lembaga komponen masyarakat, sedangkan untuk isntansi pemerintah belum tercapai.

“Kami sudah pernah bekerjasama dengan pihak RS pertamedika Tarakan, namun dalam bentuk penguatan pel;atihan dan belum dalam pembiayaan,”ujarnya. Untuk jumlah penyalahgunaan, pecandu dana tau korban penyalahgunaan yang akan memperoleh layanan rehabilitasi rawat jalan, pihaknya menargetkan tahun 2017 ini sebanyak 95 orang.

95 orang tersebut nantinya akan dibagi kebebrapa bagian. Untuk instansi pemerintah ditargetkan 25 orang  pada rumah sakit, 25 orang untuk puskesmas dan 25 orang pada klinik pratama. “Ketiganya adalah instansi milik pemerintah”, ujarnya. Selain itu, untuk komponen masyarakat pihaknya menargetkan rehabilitasi 10 orang pada komponen masyarakat social dan 10 orang pada komponen masyarakat medis.

Di Kota Tarakan menurutnya telah dilaksanakan pelatihan assessor yang tersebar di beberapa puskesmas. Pihaknya telah melakukan survey dan verifikasi terhadap beberapa lembaga komponen masyarakat dan hasilnya hanya RS Pertamedika Tarakan saja yang lolos. Karena RS Pertamedika merupakan milik swasta maka termasuk dalam komponen masyarakat. “Kami optimis target ini akan berjalan,”ujarnya.

Pihaknya berharap puskesmas maupun komponen masyarakat kedepannya dapat menjadi Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL). Untuk saat ini puskesmas dan komponen masyarakat tergolong lembaga rehabilitasi non IPWL.

"Daripada sumber daya manusia yang ada tidak dipergunakan secara maksimal, lebih baik difungsikan,"tuturnya. Dalam upaya penguatan lembaga rehabilitasi instansi pemerintah, maka harus dilaksanakan proses penetapan lembaga. Mulai dari penetapan lembaga rehabilitasi oleh wali kota ataupun kepala dinas kesehatan setempat yang kemuadian akan dibuatkan surat keputusan. Setelah itu dibuatkan surat permohonan dukungan layanan beserta lampiran berkas penetapan lembaga dan SK yang kemudian dikirimkan kepala BNN Kota Tarakan. Akhirnya penerbitan keputusan oleh Kepala BNN Republik Indonesia. "BNN sudah ada MoU dengan kementerian dalam negeri,"jelasnya.

Sedangkan dalam penguatan lembaga rehabilitasi komponen masyarakat maka komponen masyarakat harus memulai dari pengurusan akta notaris dan izin operasional dari dinas terkait. Untuk rehabilitasi sosial dari dinas sosial setempat dan untuk rehabilitasi medis dari dinas kesehatan setempat. Setelah itu dibuatkan surat keputusan petugas yang tentu diutamakan kepada yang telah mengikuti pelatihan assesor. Kemudian pembuatan surat permohonan dukungan layanan yang dikirim kepada BNN Kota Tarakan dengan melampirkan SK dan pola tarif lembaga.

"Kemudian dilakukan penandatangan perjanjian kerja sama anatara lembaga dan BNN RI deputi rehabilitasi BNN RI yang kemudian penerbitan keputusannya oleh Kepala BNN RI," ujarnya.

Setelah semua proses terlaksana, maka BNN akan memberikan bimbingan teknis kepada instansi pemerintah dan lembaga komponen masyarakat tersebut. Kegiatannya berupa kunjungan untuk diberikan pengarahan secara teknis dan sharing terkait kendala maupun hasil yang telah dicapai. Setelah itu dilaksanakan sosialisasi program rehabilitasi.

"Kami akan berusaha mendatangkan praktisi dari instansi pemerintah maupun komponen masyarakat dari luar kota untuk sharing pengalaman yang dimiliki praktisi tersebut," tuturnya. Pihaknya telah menyediakan anggaran sebagai bentuk dukungan layanan rehabilitasi pada rumah sakitn, klinik maupun puskesmas dalam rawat jalan pasien rehabilitasi yang di dalamnya termasuk pemeriksaan kesehatan, assesmen, konseling, terapi kelompok, pemeriksaan utine, transport, dan rujukan. Assesmen harus dilakukan oleh tenaga yang sudah melakukan pelatihan assesor.

 

call Center  (0551)2028290/081254572003

Email  bnnk_tarakan@yahoo.com

Login Form

Berita Terbaru

article thumbnailGELAR SOSIALISASI P4GN DI LINGKUNGAN PEKERJA Tarakan – Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan, Rabu (24/5) lalu, menggelar sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan  Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap...
article thumbnail    GANDENG TOKOH AGAMA UNTUK SELAMATKAN ANAK BANGSA Tarakan – Pengawasan terhadap pelabuhan tidak resmi atau dikenal dengan istilah jalur tikus, hingga kini masih menjadi jalur yang sulit terawasi oleh...
article thumbnailDEMI KOKOHNYA POS PENJAGAAN, LANTAMAL XIII MENGADAKAN PELATIHAN PENANGANAN KASUS NARKOBA Tarakan – Semakin banyaknya peredaran narkoba dan keterkaitan aparat penegak hukum yang tersandung kasus...

Banners

Anti Narkoba
Anti Narkoba 3
Anti Narkoba 2