rehabilitasi gratis gif FIX 4

Saturday,21-10-2017

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1438 H, JANGAN KURBANKAN KELUARGA KALIAN DEMI KESENANGAN SESAAT DAN SEGERA STOP NARKOBA

BNNK Tarakan-Jika membaca judul di atas, mungkin diantara pembaca ada yang menyetujui atau bahkan tidak menyetujuinya. Bagi anda yang tidak setuju biasanya akan berkata “Loh, kenapa tidak di penjara saja? Jelas jelas pecandu atau penyalah guna itu salah dan melanggar hukum”. Memang benar, mereka yang menjadi penyalah guna atau pecandu narkoba telah berbuat kesalahan atau melanggar hukum dengan mengkonsumsi obat-obatan terlarang, akan tetapi, langkah memenjarakan para pecandu ke dalam sel penjara, ternyata tidak membuat penyalahgunaan narkoba menjadi berkurang. Menurut penelitian BNN RI, jumlah penyalahgunaan narkoba cenderung bertambah di setiap tahunnya. Berdasarkan hasil penelitian BNN, Tahun 2008 jumlah penyalah guna narkoba di Indonesia sebanyak 3,3 juta jiwa, dan Tahun 2011 meningkat menjadi 4 juta jiwa, Sementara pada tahun 2015 diproyeksikan meningkat menjadi 5,2 juta jiwa.
Ka. BNNK Tarakan, Agus Surya Dewi, M.Pd, megatakan pecandu atau penyalah guna narkoba jika dihukum (dipenjara) akan berkumpul dengan kurir, pengedar, bandar, ataupun produsen dalam satu sel penjara, maka keluar dari penjara akan semakin “sakti mandraguna”, karena di dalam penjara akan terjadi transformasi ilmu. Para pengedar akan selalu mencari strategi untuk mengajari para penyalah guna atau pecandu, untuk menjadi lihai pula dalam mengedarkannya. Akan lebih baik lagi jika dipenjara tapi dipisahkan antara sel pecandu atau penyalah guna dengan pengedar.
Mengapa pecandu dan penyalah guna narkoba perlu di Rehabilitasi? Berikut ini akan dijelaskan beberapa alasan mengapa pecandu dan penyalah guna narkoba sebaiknya di Rehabilitasi

  1. Jika kita mengatakan bahwa penyalah guna dan pecandu adalah pelanggar hukum, itu benar tapi mereka bukanlah penjahat, mereka  hanyalah korban dari bujuk rayu para pengedar dan bandar. Sifat adiktif yang terkandung didalam narkoba, membuat para penyalah guna dan pecandu ketergantungan untuk mengkonsumsi narkoba.
  2. Penggunaan narkoba yang terus menerus akan berdampak pada kerusakan fisik seseorang, mudah terserang penyakit dan bisa merusak system saraf pusat sehingga membuat mereka menjadi gila atau keterbelakangan mental bahkan menimbulkan kematian. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa penyalah guna dan pecandu narkoba merupakan orang sakit yang harus kita tolong dan disembuhkan dari ketergantungannya sebelum efek narkoba mematikan fungsi otaknya.
  3. Berbicara tentang narkoba, berarti berbicara tentang supply and demand. Semakin banyak (demand) permintaan berarti narkoba akan terus ada atau bertambah (supply). Merehabilitasi penyalah guna dan pecandu narkoba hingga sembuh adalah suatu langkah untuk menekan permintaan. Jika sudah tidak ada permintaan dari konsumennya, pengedar dan bandar akan gulung tikar dengan sendirinya.
  4. Berdasarkan penelitian BNN RI, setiap harinya 40-50 generai bangsa Indonesia meninggal dunia karena narkoba. 1,2 juta jiwa sudah tidak bisa dilakukan rehabilitasi karena kondisinya yang terlalu parah. Langkah merehabilitasi penyalah guna dan pecandu narkoba adalah salah satu langkah  agar bangsa Indonesia tidak kehilangan generasinya kembali.

Penyalah guna dan pecandu narkoba tetap mendapat hukuman yaitu dengan di rehabilitasi. Rehabilitasi merupakan bentuk hukuman yang lebih baik dibandingkan penjara karena penjara tidak menjamin mereka jera. Jadi, bagi anda masyarakat Kota Tarakan yang saat ini menjadi penyalah guna atau pecandu narkoba, atau keluarga anda, teman anda bahkan mungkin tetangga anda yang menjadi penyalah guna atau pecandu narkoba, segera melaporkan hal tersebut ke Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yaitu Kantor BNNK Tarakan (Jl Kesuma Bangsa RT13) atau di RSUD Tarakan untuk dilakukan pemeriksaan awal untuk kemudian akan dirujuk untuk menjalankan rehabilitasi hingga pulih.  
Menurut Kasi Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Tarakan, Akhmad Suja’i, SH, MH., saat ini masyarakat sudah mulai tumbuh kesadaran akan bahaya penyalahgunaan narkoba. Hal ini ditandai banyak masyarakat yang mulai berdatangan ke BNNK Tarakan untuk melaporkan dirinya maupun keluarganya dan minta direhabilitasi. Selama tahun 2014 tercatat sebanyak 20 masyarakat yang sudah melapor dan ditahun ini mengalami peningkatan karena selama kurun waktu dua bulan di tahun 2015, tercatat ada 19 orang yang sudah melapor ke BNNK Tarakan.

Pada tahun 2014, BNN telah menetapkan sebagai tahun penyelamatan bagi pecandu,  dan di tahun 2015 BNN telah menetapkan sebagai tahu Gerakan Nasional Rehabilitasi 100.000 Penyalah Guna Narkoba serta telah mendeklarasikannya pada tanggal 31 Januari 2015. Sebagaimana deklarasi yang telah digelar juga di kota Tarakan yaitu deklarasi yang diselenggarakan oleh BNNK Tarakan bekerja sama dengan Polres Tarakan dan Pemerintah Kota Tarakan pada tanggal 30 Maret 2015 dengan mengusung judul Pagelaran Seni Dalam Rangka Deklarasi Gerakan Nasional 100.000 Rehabilitasi Penyalah Guna Narkoba Tahun 2015, “Menuju Tarakan Bebas Narkoba 2025”.   Deklarasi tersebut dilakukan dalam rangka mensosialisasikan dan mengajak seluruh elemen masyarakat agar memiliki pandangan yang sama bahwa penyalah guna narkoba atau pecandu wajib untuk direhabilitasi bukan di penjara, dengan demikian gerakan nasional untuk merehabilitasi 100.000 penyalah guna narkoba di tahun 2015 ini bisa tercapai. (Re)

call Center  (0551)2028290/081254572003

Email  bnnk_tarakan@yahoo.com

Login Form

Berita Terbaru

article thumbnailBNNK TARAKAN SOSIALISASI P4GN DI PK2MB UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Tarakan, Sebanyak 1750 mahasiswa baru Universitas Borneo Tarakan (UBT) pada Rabu (23/8) yang mengikuti kegiatan pengenalan kampus...
article thumbnailSEHARI 2 SEKOLAH YANG DIBERIKAN PENCERAHAN TENTANG BAHAYA NARKOBA Tarakan, Senin (21/8) Teriknya matahari setelah hujan tidak menyurutkan BNN Kota Tarakan untuk mensosialisasi program pencegahan,...
article thumbnailSEKOLAH DASAR JUGA MENDAPATKAN SOSIALISASI P4GN   Tarakan, Senin (07/8) Teriknya matahari setelah hujan tidak menyurutkan BNN Kota Tarakan untuk mensosialisasi program pencegahan, pemberantasan,...

Banners

Anti Narkoba
Anti Narkoba 3
Anti Narkoba 2