rehabilitasi gratis gif FIX 4

Saturday,18-11-2017

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1438 H, JANGAN KURBANKAN KELUARGA KALIAN DEMI KESENANGAN SESAAT DAN SEGERA STOP NARKOBA

BNNK Tarakan-Peredaran narkoba semakin mengkhawatirkan. Tak Cuma jenis lama, narkoba jenis baru juga telah beredar di Indonesia. Badan Narkotika Nasional (BNN) terus meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi masuknya narkoba di Indonesia. Menurut data laporan dari United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) di dunia saat ini terdapat 348 Jenis New Psychoactive Substance (NPS) atau yang lebih dikenal dengan narkoba jenis baru. Di Indonesia sudah masuk kurang lebih 29 jenis narkoba jenis baru yang harus kita waspadai. Bukan hanya bentuknya yang semakin dimodifikasi agar tidak mudah dikenali tapi efeknyapun semakin berbahaya dan mematikan.
Salah satu contoh narkoba jenis baru adalah Krokodile. Meski sudah masuk di Indonesia, penanganan peredaran narkoba jenis baru ini belum pernah terekspos oleh media. Krokodile merupakan zat adiktif pengganti heroin yang sangat terkenal di Rusia. Efeknya 8-10 kali lebih kuat dari morfin (zat yang sama digunakan dalam heroin). Namun harganya jauh lebih murah dibandingkan heroin, karena bahan-bahan campurannya mudah didapat yaitu Iodine, Codein, Asam Klorida, Fosfor Merah, dan Bensin. Disebut krokodile karena dapat mengubah kulit sang pengguna bersisik mengeras seperti buaya, menggerogotinya dari dalam, otak dan anggota badan membusuk sebelum membunuh korban dengan kematian. Zat adiktif mengerikan ini akan mengubah pecandunya menjadi mayat hidup yang berjalan. Atau bisa diibaratkan bagi orang yang kecanduan narkoba jenis ini maka hidupnya tak lebih seperti zombie. Efek dari penggunaan krokodile yaitu mengurangnya kesadaran serta halusinogen (zat yang membuat halusinasi/salah tafsir), namun efek tersebut tingkatannya lebih tinggi dari narkoba lainnya. Narkoba jenis ini meyebabkan gangguan otot, fosfor, jaringan tulang, sistem saraf, ginjal, ketidakseimbangan mineral, dan radang hati. Efek samping pertama, kulit akan berubah menjadi kehijauan dan bersisik seperti buaya. Ini terjadi karena pecahnya pembuluh darah dan kematian jaringan sekitarnya. Efek paling mengerikan dari penggunaan krokodile ialah daging beserta kulit pengguna akan jatuh seperti meleleh dari tubuh. Tak hanya itu, pengguna juga dapat mengalami pneumonia, keracunan darah, kerusakan arteri bahkan meningitis. Efeknya sangat mematikan, satu-satunya cara untuk mengatasi efek krokodile ini adalah dengan cara amputasi. Tidak ada cara lain selain mengamputasinya. Jika tidak diamputasi, maka kulit pengguna akan semakin meleleh dan akan menyebar secara cepat.
Pada bulan Oktober dan November 2013 ditemukan tiga narkoba baru lagi dalam bentuk kertas. Tiga jenis narkoba baru itu adalah 25B-NBOMe, 25C-NBOMe, dan 25I-NBOMe. Ketiganya turunan dari dari phenethylamine yang bersifat menimbulkan halusinasi. Obat ini sangat keras, karena pada kadar 250-500 pikogram atau sama dengan 2.5 x 10-10  - 5 x 10-10 gram, telah membangkitkan efek halusinasi sekitar 12-16 jam. Ketiga jenis obat ini benar-benar baru. Narkoba baru itu didapat ketika Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri menggerebek satu rumah di Perumahan Mahkota Mas, Cikokol, Tangerang. Hasil pengujian di laboratorium menunjukkan bahwa barang bukti berbentuk kertas mengandung 25B-NBOMe. Tim BNN memastikan narkotika tersebut merupakan jenis baru. BNN juga menemukan narkoba jenis baru setelah mendapat laporan masyarakat yang keluarganya pingsan akibat mengemut lembaran kertas berukuran 1x1 cm. Di tempat kejadian perkara, tim BNN menemukan lembaran 20x20 cm yang jika diedarkan diiris menjadi 400 potongan. Pemeriksaan di laboratorium kertas itu mengandung senyawa 25I-NBOMe.
Bekerja sama dengan bea dan cukai, BNN juga berhasil mengungkap upaya penyelundupan narkoba baru 25C-NBOMe. Barang itu ditemukan dalam koper tak bertuan di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten. Dalam koper itu tersimpan 100 lembar kertas yang masing-masing bisa dipotong menjadi 400 bagian. Narkotika kertas itu seolah menyerupai Lysergic acid diethylamid (LSD), yang lazim dibaca “elsid” atau smile. Namun kandungan zat narkotikanya berbeda. LSD yang telah beredar mengandung zat lysergide bersifat menimbulkan halusinasi. Sedangkan pengonsumsi ketiga zat baru secara kasat mata akan bertingkah berbeda dengan orang normal. Misalnya melihat seorang nenek seolah-olah melihat wanita muda, kucing disangka harimau, telinganya seolah dibisikkan sesuatu yang harus diperbuatnya. Pengaruh yang lain, terjadi disorientasi pada ruang dan waktu, sehingga sulit membedakan malam ataupun siang, berada di dalam atau di luar ruangan. Dan secara langsung juga berperilaku emosional yang meledak secara mendadak, dan tidak lagi berpikir normal, seperti tiba-tiba bugil di ruang publik.
Narkoba jenis baru ini sebagain besar memang telah ditemukan di Jakarta, namun tidak menutup kemungkinan jika akan beredar di daerah-daerah lain, termasuk kota Tarakan. Sehingga BNN Kota Tarakan terus meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi masuknya narkoba jenis baru ini jangan sampai masyarakat Indonesia terutama generasi mudanya tergiur untuk mencobanya. Jumlah pengguna narkoba di Indonesia saat ini sudah mencapai 5,1 juta jiwa atau sekitar 2,8% dari penduduk Indonesia dan korban meninggal dunia terus berjatuhan 40-50 orang perharinya. Mari kita sama-sama mencegah penyalahgunaan narkoba karena mencegah lebih baik dari pada rehabilitasi. Mari kita dorong para pecandu dan pengguna narkoba untuk sukarela melaporkan diri pada BNN untuk di rehabilitasi karena rehabilitasi lebih baik dari pada di penjara bagi pecandu dan pengguna narkoba. (Wd/Re)

call Center  (0551)2028290/081254572003

Email  bnnk_tarakan@yahoo.com

Login Form

Berita Terbaru

article thumbnailBNNK TARAKAN SOSIALISASI P4GN DI PK2MB UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Tarakan, Sebanyak 1750 mahasiswa baru Universitas Borneo Tarakan (UBT) pada Rabu (23/8) yang mengikuti kegiatan pengenalan kampus...
article thumbnailSEHARI 2 SEKOLAH YANG DIBERIKAN PENCERAHAN TENTANG BAHAYA NARKOBA Tarakan, Senin (21/8) Teriknya matahari setelah hujan tidak menyurutkan BNN Kota Tarakan untuk mensosialisasi program pencegahan,...
article thumbnailSEKOLAH DASAR JUGA MENDAPATKAN SOSIALISASI P4GN   Tarakan, Senin (07/8) Teriknya matahari setelah hujan tidak menyurutkan BNN Kota Tarakan untuk mensosialisasi program pencegahan, pemberantasan,...

Banners

Anti Narkoba
Anti Narkoba 2
Anti Narkoba 3