TEMPO.CO, Jakarta - Penggerebekan bandar narkoba di Kelurahan Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, berakhir dengan ditembaknya sang bandar. Ia tewas ditembak karena berusaha melawan petugas yang akan menangkapnya bersama rekannya. "Yang tewas ditembak di kepala," kata Apang Apandi, 23 tahun, saksi mata kejadian tersebut, saat ditemui, Rabu, 25 Maret 2015.

Peristiwa menegangkan itu terjadi sekitar pukul 16.00 Rabu sore. Saat itu tim Buru Sergap BNN berusaha menangkap empat orang yang diduga sebagai bandar narkoba di Jalan Anggrek, Kelapa Dua, Kebon Jeruk. Namun keempat orang itu melawan dan mencoba kabur menggunakan dua unit mobil Honda Brio. Aksi kejar-kejaran pun terjadi dengan petugas BNN yang menggunakan mobil Toyota Fortuner.

Aksi kejar-kejaran itu tidak berlangsung lama karena aparat BNN berhasil menghentikan dua mobil yang bernomor polisi L dan F tersebut di Jalan Salam. Namun pengendara mobil Honda Brio berpelat L nekat menabrak mobil petugas BNN tersebut. Petugas BNN pun langsung memberikan tembakan peringatan ke udara. Suasan di kawasan itu pun mencekam. "Suara letusan senjatanya keras sekali," ujar dia.

Para bandar tak juga menyerah dan justru berkali-kali menabrakkan mobilnya ke kendaraan aparat BNN. Salah seorang personel BNN pun terjatuh hingga tangannya terluka. Aparat bersenjata lainnya pun langsung melepaskan tembakan ke arah dua Honda Brio itu. Para tersangka tak juga menyerahkan diri. "Penjahatnya coba menghindar dan pindah ke kursi belakang," kata dia.

Menurut pedagang Indomi itu, setidaknya terdapat delapan titik bekas tembakan yang berada di mobil tersebut. Saat kaca dihancurkan petugas, salah seorang di antaranya tewas di tempat, sedangkan tiga orang lainnya menyerahkan diri kepada petugas BNN. "Pas digeledah memang ada narkobanya seperti serbuk di bagasi," kata Apang.

Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Dedy Fauzi membenarkan penggerebekan tersebut. Namun dia masih menolak menjelaskan identitas orang-orang yang ditangkap dalam penggerebekan tadi. "Masih diselidiki, pelaku masih diperiksa," kata dia.

Adapun untuk barang bukti, BNN menyita satu kilogram sabu yang dibawa pelaku di mobilnya. Barang haram itu pun disimpan dan dikemas oleh pelaku menggunakan bungkus susu. Diperkirakan barang bukti itu bernilai Rp 1,7 miliar.

Dedy menyatakan para pelaku merupakan target operasi dari BNN. Petugas disebutnya sudah mengintai dan mengejar pelaku sejak dari Sukabumi. "Lebih jelasnya nanti setelah penyelidikan selesai," ujar jenderal bintang dua tersebut.